Selasa, 16 Desember 2014

Tutorial Movie Maker 2

   Sekarang kita akan mencoba membuat sebuah video berdurasi kurang lebih 3 menit. Let’s do it.

  1. Untuk membuat sebuah project baru pada Aplikasi Movie Maker. Klik icon Movie Maker dan   akan muncul tampilan.
  2. Masukan gambar. Klik Add videos and photos. Lalu ubah semua durasi foto menjadi 6,60 dengan  cara double click pada foto.
  3.  Lalu, kita bisa mengubah SLIDE pada tampilan gambar dengan menggunakan ANIMATIONS. Lalu pilih Apply All.
  4. Lalu bisa kita tambahkan  keterangan dari gambar yang kita masukan. Klik CAPTION. Jenis dan warna teks bisa ditentukan sesuai keinginan. Jika ingin membuat tulisan menjadi bergerak, double click pada tulisan dan bisa anda pilih animasinya.
  5.   Untuk menambahkan judul pada awal video, klik TITTLE.
  6.  Lalu ubah TIME DURATION agar caption sebelumnya tidak muncul di gambar berikutnya. Ubah menjadi 3.60.
  7.  Setelah itu, kita bisa menambahkan music. Klik Add music.
  8. Setelah selesai dibuat menjadi seperti apa yang kita inginkan, maka dapat kita simpan dengan SAVE   PROJECT AS dalam ekstensi wlmp. Lalu convert ke dalam ekstensi mp4. Dengan cara klik file >    save movie > for computer.



Hasil videonya : http://youtu.be/WKfki9LYBiE

Tutoial Moviemaker

1  1.   Untuk membuat sebuah project baru pada Aplikasi Movie Maker. Klik icon Movie Maker dan akan muncul tampilan seperti ini.

22.  Pada menu Home, terdapat tools yang berfungsi untuk menginput data. 
·         Add photos and videos : untuk memasukan gambar dan video ke dalam project.
·         Add music : untuk menambahkan music kedalam project.
·         Webcam video : untuk merekam video dari webcam dan digunakan dalam movie.
·         Record narration :untuk menambahkan suara melalui rekaman.
·         Snapshot : untuk memasukan gambar dengan cara mencetak layar.
·         Tittle : untuk memasukan judul pada awal video.
·         Caption : untuk memasukan tulisan agar muncul pada gambar.
·         Credits : untuk memasukan tulisan pada akhir video.
Ketika akan memasukan Tulisan dengan Tittle, Caption dan Credits maka dengan otomatis akan muncul menu Format untuk mengedit tulisan.


33.   Pada menu Animation digunakan untuk mengedit bentuk tampilan gambar berupa slide, dibagi menjadi 2 macam Tools :









·         Pan and zoom

44.       Menu Vissual Effect, berfungsi untuk mengedit efek gambar.

    5. Menu Project, berfungsi untuk mengedit suara rekaman, musik dan suara dari video. Terdiri dari Audio dan Aspect Ratio

·         Audio Mix : untuk menyetel level audio tanpa emphasize
·         Emphasize narration : membuat suar narasi lebih keras dari suara video atau music.
·         Emphasize music : membuat suara music lebih keras daripada suara narasi atau video
·         Emphasize videos : membuat suara video lebih besar daripada suara narasi atau music.
·         No emphasize : membuat efek suara tanpa emphasize.

6.      Menu view, untuk melihat project.

76. Menu Edit, untuk mengubah tampilan.
·         Untuk membuat sebuah movie, bisa menggabungkan beberapa foto dengan “Duration” nya adalah 7.00 detik. Jika anda ingin membuat Stop Motion, anda bisa menyetel “Duration” menjadi 0,25 detik. Duration sangat berpengaruh dalam pembuatan jenis movie yang akan anda buat.
8 7.  Menu Option, untuk mengedit suaara narasi atau hasil rekaman. Terdiri dari Audio dan Edting.
·         Narration volume : untuk merubah volume dari narasi yang dipilih.
·         Fade in  : memilih kecepatan suara narasi.
·         Fade out : memilih kecepatan suara narasi.
·         Set start time : memulai pemutaran narasi pada waktu tertentu.
·         Set start point : melanjutkan pemutarasn narasi pada waktu tertentu.
·         Set end point: mengakhiri pemutaran narasi pada waktu tertentu.

9 8. Menu Format, untuk mengubah bentuk tulisan, mengubah tampilan gambar dan durasi.

Kamis, 03 Juli 2014

Tari Guel Asal Gayo


 Tari Guel adalah salah satu khasanah budaya Gayo di Aceh. Guel berarti membunyikan. Khususnya di daerah dataran tinggi gayo, tarian ini memiliki kisah panjang dan unik. Para peneliti dan koreografer tari mengatakan tarian ini bukan hanya sekedar tari. Dia merupakan gabungan dari seni sastra, seni musik dan seni tari itu sendiri. Tari guel bukan hanya sebuah tari biasa namun tari guel merupakan budaya yang memiliki makna dan tradisi adat tertentu seperti penyambutan para petinggi di daerah gayo, dan pentinggi yang mendatangi derah Gayo. Selain itu tari guel saat ini juga digunkan saat pesta perkawinan, ketika akan menyambut kedua mempelai.
Konon tari guel yang di iringi irama musik dan nyanyian ini, memiliki cerita atau kisah, ketika menaklukan Gajah putih yang ada di rimbaraya kecamatan Gajah Puti Bener Meriah, yang akan dibawa ke Aceh Darusalam atau saat ini dikenan (Banda Aceh), atas permintaan Putri Raja Sultan. Sengeda yang saat itu menjadi Pawang kehabisan akal utuk menaklukan Gajah Putih.
Guna menjinakkan dan memancing Gajah Putih utuk keluar, diadakanlah kenduri dengan membakar Kemenyan, serta memukul kayu sehingga menghasilkan bunyi-bunyian. mendengar bunyian tersebut keluarga sengeda melakukan Gerkan Tari. Alhasil Gajah Putih pun keluar Dari persebunyiannya. Berbagai macam cara dilakukan guna mengiring gajah, namun tetap saja Gajah tidak berpindah tempat.
Sengeda kembali memerintahkan rombongan dengan niat tulus dan ikhlas. Agar menari dengan mengerakan tangan seperti gerakan belalai Gajah, disertai dengan salam sembahan kepada Gajah. Sehingga gajah dapat di taklukkan dan di bawa ke Banda Aceh di iringi tari guel tersebut.
Dalam perkembangannya, tari Guel timbul tenggelam, namun Guel menjadi tari tradisi terutama dalam upacara adat tertentu. Guel sepenuhnya apresiasi terhadap wujud alam, lingkkungan kemudian dirangkai begitu rupa melalui gerak simbolis dan hentakan irama. Tari ini adalah media informatif. Kekompakan dalam padu padan antara seni satra, musik/suara, gerak memungkinkan untuk dikembangkan (kolaborasi) sesuai dengan semangat zaman, dan perubahan pola pikir masyarakat setempat. Guel tentu punya filosofi berdasarkan sejarah kelahirannya. Maka rentang 90-an tarian ini menjadi objek penelitian sejumlah surveyor dalam dan luar negeri.
Di tanah Gayo, dahulunya dikenal begitu banyak penari Guel. Seperti Syeh Ishak di Kampung Kutelintang-Pegasing, Aman Rabu di kampung Jurumudi-Bebesan, Ceh Regom di Toweren. Penari lain yang kurun waktun 1992-1993 yang waktu itu masih hidup adalah Aman Jaya-Kampung Kutelintang, Umer-Bebesen, Syeh Midin-Silih Nara Angkup, Safie-Gelu Gele Lungi-Pegasing, Item Majid-Bebesen. Mereka waktu itu rata-rata sudah berusia 60-an. Saat ini sudah meninggal sehingga alih generasi penari menjadi hambatan serius.
Walaupun ada penari yang lahir karena bakat sendiri, bukan langsung diajarkan secara teori dan praktik oleh para penari pakar seperti disebutkan, keterampilan menari mereka tak sepiawai para pendahulunya. Begitu juga pengiring penggiring musik tetabuhan seperti Rebana semakin langka, apalagi ingin menyamakan dengan seorang dedengkot almarhum Syeh Kilang di Kemili Bebesen.

            Tari Guel dibagi dalam empat babakan baku. Terdiri dari babak Mu natap, Babak II Dep, Babak III Ketibung, Babak IV Cincang Nangka. Ragam Gerak atau gerak dasar adalah Salam Semah (Munatap ), Kepur Nunguk, Sining Lintah, Semer Kaleng (Sengker Kalang), Dah-Papan. Sementara jumlah para penari dalam perkembangannya terdiri dari kelompok pria dan wanita berkisar antara 8-10 ( Wanita ), 2-4 ( Pria ). Penari Pria dalam setiap penampilan selalu tampil sebagai simbol dan primadona, melambangkan aman manyak atau lintoe Baroe dan Guru Didong. Jumlah penabuh biasanya minimal 4 orang yang menabuh Canang, Gong, Rebana, dan Memong.
Tari Guel memang unik, mengandung unsur dan karakter perpaduan unsur keras lembut dan bersahaja. Bila para pemain benar-benar mengusai tarian ini, terutama peran Sengeda dan Gajah Putih maka bagi penonton akan merasakan ketakjuban luar biasa. Seolah-olah terjadinya pertarungaan dan upaya memengaruhi antara Sengeda dan Gajah Putih. Upaya untuk menundukkan jelas terlihat, hingga kipasan kain kerawang Gayo di Punggung Penari seakan mengandung kekuatan yang luar biasa sepanjang tarian.
Guel dari babakan ke babakan lainnya hingga usai selalu menawarkan uluran tangan seperti tarian sepasang kekasih di tengah kegundahan orang tuanya. Tidak ada yang menang dan kalah dalam tari ini, karena persembahan dan pertautan gerak dan tatapan mata adalah perlambang Cinta. Tapi sayang, kini tari Guel itu seperti kehilangan Induknya, karena pemerintah sangat perhatian apalagi gempuran musik hingar modern seperti Keyboard pada setiap pesta perkawinan di daerah itu.

REFERENSI






Kamis, 05 Desember 2013

Kisah Putri yang Menjadi Batu

Di dataran tanah Gayo, Aceh Tengah, hiduplah seorang putri raja bernama Putri Pukes. Sang Putri menyukai seorang pangeran dari kerajaan lain. Awalnya, kedua orangtuanya tidak merestui karena negeri tempat tinggal pangeran itu jauh. Namun, karena kegigihan Putri Pukes dan sang Pangeran, orangtua sang Putri pun merestui dan menikahkan mereka. 

Setelah menikah, tibalah saatnya Putri Pukes menyusul suaminya. Ia pun pamit kepada orangtuanya untuk pergi ke kerajaan suaminya. Orangtua Putri Pukes sangat bersedih, tetap mereka harus melepas anaknya itu pergi.

"Pergilah, Nak, bersama para pengawal. Tapi, satu hal yang harus kau jaga, begitu melangkahkan kaki keluar dari kerajaan ini, sekali pun janganlah menoleh lagi ke belakang...," pesan orangtuanya. Putri Pukes pun berangkat bersama para pengawal. Di tengah jalan, ia selalu teringat akan orangtuanya dan sangat merindukan mereka. Karena ia terlalu bersedih, tanpa sengaja, ia menoleh ke belakang. 

Tiba-tiba, datanglah petir menyambar dan hujan yang sangat lebat. Putri Pukes dan rombongannya segera berteduh di dalam sebuah goa. 

cerita rakyat, cerita rakyat indonesia, cerita anak, cerita anak sd, dongeng anak, dongeng legenda, cerita rakyat aceh, legenda putri pukes
Di dalam goa, Putri Pukes berdiri di sudut untuk menghangatkan tubuhnya yang kedinginan. Perlahan-lahan, sang Putri merasa tubuhnya mengeras. Putri Pukes sangat terkejut dan menangis. Ternyata, tubuhnya berubah menjadi batu. Putri Pukes menyesal, karena tidak mengindahkan pesan orangtunya. Seharusnya, ia tidak menoleh ke belakang selama dalam perjalanan.

Setelah mereasa cukup lama beristirahat dan hujan mulai reda, mereka berniat melanjutkan perjalanan. Para pengawal pun memanggil sang Putri.

"Tuan Putri! Hujan sudah reda, mari kita melanjutkan perjalanan," panggil para pengawal. Berkali-lkali mereka memanggil, tetapi tetap tidak terdengar jawaban.

Para pengawal pun menghampiri tempat Putri Pukes berdiri. Mereka terus memanggil, tetapi sang Putri hanya diam. Saat melihat dengan jelas, para pengawal sangat terkejut melihat tubuh Putri Pukes telah mengeras dan menjadi batu. 

Sampai sekarang, batu Putri Pukes masih bisa dilihat. Bentuknya membesar di bagian bawah, tetap bentuk sanggul dan kepala sang Putri masih bisa dikenali. Menurut cerita rakyat Indonesia yang diyakini oleh penduduk setempat, batu tersebut membesar di bagian bawah, karena Putri Pukes terus menangis. Sehingga air matanya menumpuk di bawah. 

Sementara itu, karena hujan yang sangat lebat, terbentuklah danau di kawasan itu. Penduduk sekitar menamakan danau itu dengan Danau Laut Tawar.

TANGGUNG JAWAB PERUSAHAAN TERHADAP LINGKUNGAN DI INDONESIA

Tanggung  jawab sosial perusahaan yang dalam bahasa Inggris disebut dengan istilah Corporate Social Responsibility atau CSR, merupakan sebuah konsep dimana perusahaan mengintegrasikan kepedulian sosial dan lingkungan dalam operasi bisnis mereka dan dalam interaksi mereka dengan para pemangku kepentingan secara sukarela (European Commision, 2011). Di Indonesia sendiri, kewajiban melakukan tanggung jawab sosial perusahaan telah  diwajibkan oleh pemerintah dan tertera didalam Undang-Undang Dasar Republik Indonesia.

Melalui Undang-Undang No. 40 tahun 2007 pasal 74 tentang Perseroan Terbatas (UU PT) dan Undang-Undang No. 25 tahun 2007 pasal 15(b) dan pasal 16 (d) tentang Penanaman Modal (UU PM), setiap perseroan atau penanam modal diwajibkan untuk melakukan sebuah upaya pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan yang telah dianggarkan dan diperhitungkan sebagai biaya Perseroan. Kebijakan ini juga mengatur sanksi bagi perusahaan yang tidak menjalankan kewajiban tersebut.

Meskipun pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan telah ditulis di Undang-Undang, namun pelaksanaan nya sejauh ini masih kurang dan setengah-setengah dijalankan oleh perusahaan-perusahaan di Indonesia. Dalam laporan Indonesia Business Links (2011), dengan judul “Corporate Social Responsibility (CSR) in Indonesia”  hasil Focuss Group Discussion (FGD) dengan 20 CEO (Chief Executive Officer) di perusahaan Indonesia, mengenai usulan kewajiban melakukan tanggung jawab sosial perusahaan yang disertakan kedalam hukum perusahaan (corporate law) menyatakan bahawa: mayoritas dari mereka tidak benar-benar percaya bahwa kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan yang dicantumkan kedalam hukum perusahaan akan membantu dan menjamin bahwa kegiatan tersebut saling menguntungkan bagi perusahaan dan masyarakat lokal. 
Melihat dari masih kurangnya keinginan perusahaan di Indonesia untuk melakukan tanggung jawab sosial perusahaan terhadap lingkungan menjadi topik yang menarik untuk dibahas di artikel ini. Dimulai dari definisi tanggung jawab sosial perusahaan terhadap lingkungan, keuntungan nyata bagi perusahaan dan lingkungan, serta hal-hal seperti apa yang dapat di implementasikan oleh perusahaan untuk dapat melakukakan kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan terhadap lingkungan.
Kemampuan perusahaan untuk menutupi implikasi lingkungan yang berasal dari: produk operasi dan fasilitas, menghilangkan limbah dan emisi, memaksimalkan efisiensi dan produktivitas sumber daya alam dan meminimalkan praktek-praktek yang buruk dapat mempengaruhi kenikmatan sumber daya alam suatu negara bagi generasi mendatang.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa tanggung jawab sosial perusahaan terhadap lingkungan merupakan hal yang penting bagi setiap perusahaan untuk dapat mengatur, mengolah dan mempergunakan lingkungan sebaik-baiknya untuk tidak hanya menguntungkan dan meningkatan efisiensi bisnis setiap perusahaan, namun juga bagi lingkungan dan dampak sosial di masa yang akan datang.
Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya di awal artikel ini, tanggung jawab sosial perusahaan terhadap lingkungan mendapatkan perhatian paling sedikit dibandingkan kegiatan-kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan lain nya seperti pelayanan sosial, kesehatan, pendidikan dan lain-lain. Penelitian dari Afiff (2012) mengenai kegiatan CSR dan dampaknya terhadap performa finansial perusahaan dilihat dari harga saham perusahaan-perusahaan LQ45, membuktikan bahwa tanggung jawab sosial perusahaan terhadap lingkungan tidak memiliki pengaruh terhadap finansial perusahaan dibangingkan dengan kegiatan untuk kesejahteraan karyawan dan komunitas (masyarakat disekitar perusahaan).
Saidi dan Abidin (2004) juga menunjukan bahwa tanggung jawab sosial perusahaan terhadap lingkungan mendapatkan suntikan biaya yang paling kecil jika dibandingkan dengan kegitan sosial yang lainnya.
CSR di Indonesia
Dari grafik diatas, tercatat sebanyak 279 kegiatan sosial dalam setahun yang dilakukan oleh beberapa perusahaan di Indonesia dengan total biaya sebesar 115,3 Milliar. Kegiatan sosial terbesar, dicurahkan oleh beberapa perusahaan di Indonesia untuk 95 kegiatan pelayanan sosial dengan total biaya sebesar 38 milliar. Sedangkan pada urutan terakhir kegiatan sosial lewat pembangunan prasaranan perumahan yang hanya terdapat 5 kegitan dengan total biaya sebesar 1,3 milliar. Namun diatara 2 hal tersebut, kegiatan tanggung  jawab sosial perusahaan terhadap lingkungan disalurkan kepada 15 kegiatan, dengan total biaya yang paling kecil diantara 7 kegiatan sosial yang lain (lihat tabel dibawah), yaitu hanya sebesar 395 juta.
Kegiatan CSR di IndonesiaSumber: Saidi dan Abidin (2004)
Kegitan tanggung jawab sosial perusahaan terhadap lingkungan akan sangat menguntungkan bagi perusahaan yang melakukannya. Seperti apa keuntungannya? Mari kita simak bersama-sama, setidaknya ada 4 keuntungan bagi perusahaan yang melakukan tanggung jawab sosial terhadap lingkungan.

1) Pengembangan reputasi atau citra perusahaan di mata konsumen dan investor. Dapat dikonfirmasi, bahwa perusahaan-perusahaan yang melakukan kegiatan tanggung jawab sosial terhadap lingkungan akan menciptakan reputasi yang baik atau good brand image kepada berbagai elemen bisnis. Bagi konsumen, perusahaan yang melakukan kegiatan tanggung jawab sosial terhadap lingkungan, dinilai sebagai perusahaan yang dapat dengan baik mengelola dan memanfaatkan sumber daya alam dalam menguntungkan konsumen dan juga perusahaan. Bagi investor, perusahaan-perusahaan yang yang peduli terhadap masalah lingkungan dinilai sebagai perusahaan yang memiliki resiko bisnis yang rendah (low risk business) dan sangat menguntungkan bagi investor-investor yang mempertimbangkan untuk investasi jangka panjang (long-term investment) kepada sebuah perusahaan. Dan otomatis, perusahaan-perusahaan yang mempedulikan masalah lingkungan akan menciptakan reputasi yang baik dan pada akhirnya  memiliki harga saham yang baik dipasaran.

2) Mengeliminasi konflik lingkungan dan sosial disekitar perusahaan. Nampaknya sudah banyak kasus-kasus atau berita yang selama ini kita dengar dan lihat seputar perusahaan dengan kasus miss-conduct nya terhadap lingkungan disekitar area usaha bisnis mereka. Kejadian tersebut ada baiknya dijadikan pelajaran berharga bagi setiap perusahaan-perusahaan di Indonesia yang mungkin terlebih khusus nya ditujukan kepada perusahaan-perusahaan yang bergerak pada industri pertambangan, perminyakan hingga tekstil untuk selalu dapat dengan cerdas dan bijak mengelola alam yang menjadi sumber pamasukan sebuah perusahaan sehingga menipiskan kemungkinan untuk mereka merusak lingkungan yang akan sangat berdapampak negatif bagi para warga ataupun komunitas yang menetap/bertempat tinggal di sekitar area lingkungan tersebut.
3) Meningkatkan kerja sama dengan para pemangku kepentingan. Dalam implementasi CSR perusahaan tentunya tidak dapat bergerak dan bekerja sendiri tanpa bantuan pemangku kepentingan seperti, masyarakat lokal dan pemerintah daerah. Dengan mengajak pemangku kepentingan dalam melakukan konservasi lingkungan, maka perusahaan dapat dengan mudah menciptakan sebuah relasi yang baik dengan para pemangku kepentingan tersebut.

4) Membedakan perusahaan dengan para pesaingnya. Jika kegiatan CSR terhadap lingkungan dilakukan oleh sebuah perusahaan, perusahaan tersebut akan memiliki kemampuan dan kesempatan dalam menonjolkan keunggulan komparatifnya (comparative advantage) sehingga dengan mudah dapat memberikan nilai plus yang berbeda dengan para pesaingnya yang tidak melakukan kegiatan sosial terhadap lingkungan.

HAL-HAL YANG DAPAT DILAKUKAN PERUSAHAAN
Kegiatan CSR terhadap lingkungan harus didasarkan pada filosofi perbaikan yang berkelanjutan bagi kebijakan lingkungan dan strategi pengembangan untuk mengurangi dampak buruk terhadap lingkungan. Maka dari itu saya mendefinisikan tangung jawab sosial perusahaan terhadap lingkungan ini berdasarkan 3 hal, yaitu: penyusunan rencana kegiatan sosial perusahaan terhadap lingkungan, kualitas kebijakan lingkungan dan sistem manajemen lingkungan.
1) Penyususnan rencana kegiatan sosial perusahaan terhadap lingkungan dimulai dengan mengidentifikasi dampak negatif lingkungan dari rencana bisnis operasional. Kemudian dilanjutkan dengan mengidentifikasi lingkungan dan alam potensi sumber daya di masyarakat serta kebutuhan masyarakat dan aspirasi terhadap bisnis operasional. Dan yang terakhir memulai untuk menyusun rencana kegiatan CSR terhadap lingkungan yang harus meliputi beberapa hal, seperti:
• Kegiatan CSR yang dilakukan oleh sebuah perusahaan sekiranya untuk dapat mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan akibat operasional bisnis.
• Kegiatan CSR yang dilakukan oleh sebuah perusahaan harus secara bijak dan cerdas dalam memanfaatkan potensi sumber daya alam yang terletak mengelilingi area bisnis operasional.
• Kegiatan CSR berdasarkan harus berdasarkan aspirasi masyarakat yang menetap dan tinggal di sekitar wilayah operasional bisnis. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, karena jika perusahaan berurusan dengan lingkungan artinya perusahaan juga akan berurusan dengan masyarakat disekitar lingkungan tersebut.
2) Kualitas kebijakan lingkungan didefinisikan sebagai pengaturan tujuan perusahaan berdasarkan hasil tinjauan pentingnya proses dalam kaitannya dengan dampak perusahaan terhadap lingkungan dan secara continously dalam menerapkan sistem manajemen lingkungan.
3) Standar Manajemen Lingkungan (EMS) adalah kegiatan perusahaan untuk menyediakan bisnis dengan perkembangan yang sistematis untuk meningkatkan kinerja lingkungan. Pelaksanaan EMS harus distandardisasi dengan ISO 14001.
ISO 14001 pertama kali diterbitkan pada 1996 dan menetapkan beberapa persyaratan untuk sistem manajemen lingkungan. ISO 14001 berlaku untuk aspek-aspek lingkungan dengan persayaratan sebagai berikut:
• Perusahaan dapat meminimalisasikan efek yang merugikan pada lingkungan disebabkan oleh segala kegiatan operasional bisnis
• Perusahaan dapat melakukan perbaikan berkesinambungan pada lingkunga


Minggu, 10 November 2013

YATIM PIATU



    .
      
     
     Kakek Imran adalah seorang petani miskin di desanya. Kakek yang telah berusia 60 tahun itu, hanya hidup sendiri selama 30 tahun. Istri yang sangat dicintainya meninggal dunia di usia 27 tahun akibat terkena penyakit lumpuh layu dan saat itu mereka belum memiliki anak.
     Sewaktu masih bayi, Kakek menemukan bayi di depan rumahnya saat hendak menuju masjid untuk melaksanakan shalat subuh. Kakek Imran yang terkejut melihat keberadaan bayi itu pun, langsung menggendong bayi tersebut dari keranjangnya. Kakek langsung berlari membawa bayi itu ke RT setempat. Bayi itupun untuk sementara diberikan pada RT tersebut.
     Setelah di data dan dipantau oleh polisi, ternyata di desa itu tidak ada orangtua yang kehilangan anak atau pun ada orangtua yang tega membuang anaknya. Mendengar kabar itu, Kakek khawatir, bayi itu akan terlantar nantinya. Akhirnya, Kakek kembali ke rumah RT dan bermaksud meminta bayi yang ia temukan untuk tinggal dan dirawat olehnya.
Kakek     : Pak, tolong izinkan saya merawat bayi ini. Biarkan saya yang   bertanggung  atas semua.
Pak RT   : Apa bapak yakin? Bapak saja hanya hidup sendiri, bukankah akan merepotkan sekali bila bapak harus merawat bayi ini sendiri?
Kakek     : Tidak, pak. Tidak. Saya sangat yakin dan ikhlas merawat bayi ini walaupun hanya sendiri. Tolong pak, izinkan saya merawat bayi ini.
     Saat itu, pak RT ragu atas permintaan Kakek, dengan kondisi Kakek yang telah berusia lanjut, hidup sendiri, dan kehidupannya pun sangat amat sederhana. Kakek hanya bekerja sebagai penjual buah kelapa, sabut kelapa dan sapu lidi. Uang yang ia dapatkan pun tidak banyak. Bagaimana bisa pak RT mengiyakan permintaan Kakek?
     Kakek memaksakan diri agar bayi itu dirawat saja olehnya. Pak RT pun akhirnya memberikan bayi itu dan uang sebanyak 1 juta untuk membeli semua perlengkapan bayi, susu, bubur dan lain-lain.
     Bayi itu diberi nama Virgo Darmawan. Kakek tampak tulus dan teliti merawatnya. Walaupun dari segi fisik rasanya tidak mungkin, tapi itulah kenyataannya.
Virgo tumbuh dengan sehat. Setiap minggunya, Kakek berbelanja ke pasar untuk membeli ayam, kentang, wortel, tomat dan bahan yang lain untuk membuat sup. Kakek sengaja mengumpulkan uang agar setiap seminggu sekali dapat membeli bahan-bahan sup tersebut.
Kini, 6 tahun sudah usia Virgo. Anak tanpa orangtua yang dulu masih bayi, yang tidak mengetahui apa-apa, sedikit banyaknya telah mengerti dan memahami dunia.
Herannya, sampai saat ini ia tidak pernah mencari dan menanyakan pada Kakek, dimana orangtuanya. Karna menurutnya, Kakek sudah cukup membuatnya merasakan kasih sayang dari orangtua yang sesungguhnya.
Saat Virgo sedang duduk melamun, Kakek memanggilnya. “Virgo, ke sini sebentar,nak.”
Virgo yang sedang duduk dibangku depan rumahnya pun langsung bergegas menghampiri Kakek. Sambil menepuk-nepuk kotoran dicelananya, ia bertanya, “Iya, kek?”.
 Virgo memanggil Kakek karena sejak ia berusia satu tahun, Kakek telah mengajarkan dan membiasakan Virgo untuk memanggilnya Kakek.
“Cucu kakek teman-temannya lagi sekolah ya?” tanya Kakek sambil mengusap kepala Virgo.
“Iya, Kek. Ada apa? Apa Kakek ada perlu dengan mereka?” tanya Virgo lagi pada Kakek.
“Tidak. Kakek hanya ingin bertanya kepadamu. Apa kau ingin bersekolah juga? Kakek akan megusahakan semua.” Kata Kakek masih dengan tangan di kepala Virgo.
“Tidak, Kek. Virgo tidak ingin sekolah. Virgo mengerti dengan keadaan kita seperti ini rasanya tidak mungkin Kakek dapat memenuhi kelengkapan sekolah Virgo nanti. Untuk makan saja kita susah Kek, apalagi ditambah dengan biaya sekolahku nanti.” Kakek tercengang seketika. Rasanya tidak mungkin anak seusia itu dapat berbicara setegas itu. Dengan rasa terharu setelah mendengar kata-kata Virgo, Kakek langsung memeluk Virgo.
“Maafkan Kakek cucuku. Kakek tidak dapat menyekolahkanmu.” Air mata Kakek pun berlinang.
“Tidak apa-apa, Kek. Virgo masih bisa belajar dari Kakek. Kakek bisa mengajarkan Virgo mengenal huruf, warna, berhitung, mengaji dan membaca.” Tambah Virgo lagi menambah keharuan Kakek.
“Pasti cucuku. Dengan segala kemampuan Kakek, Kakek akan membuatmu pintar, nak. Kakek berjanji.”
“Iya, Kek. Virgo percaya itu.” Virgo pun memeluk Kakek dengan erat.
Setelah berusia 11 tahun, desa itu kedatangan para psikolog dan guru dari sekolah-sekolah ternama di Jakarta, dengan tujuan sekolah gratis. Semua anak-anak dari usia 6 sampai 11 tahun pun dikumpulkan. Yang belum dapat mengenal huruf, angka, membaca dan menulis, ada ruang tersendiri. Yang telah dapat menulis dan membaca, akan diadakan tes IQ. Di dalam tes tersebut, ada perintah untuk membuat gambar di kertas yang kosong. Hanya dapat menggambar satu unsur.
Karena Virgo telah dapat menulis dan membaca, ia pun mengikuti tes IQ tersebut. Virgo menggambarkan sebatang pohon kelapa serta buahnya. Ketika waktu telai usai, para psikolog pun memeriksa hasilnya.
Setelah diperiksa, ternyata psikolog tertarik dengan gambar Virgo. Psikolog itu pun menemui Virgo dan menanyakan alasan Virgo mengapa membuat gambar sebatang pohon kelapa itu.
Alasannya adalah semua yang ada pada pohon kelapa bermanfaat. Mulai dari daun, dapat menghasilkan lidi, dari buah dapat menghasilkan santan, dan airnya dapat di minum, dapat juga dibuat minyak, batok kelapa dapat menjadi arang untuk memasak, dari kulit dapat dibuat sabut dan lain-lainnya.
Alasan Virgo pun sangat amat masuk akal. Dan dari hasil jawaban dari tes IQ yang lainnya, Virgo ternyata memiliki hasil IQ yang tinggi. Yaitu 130.
Selama ada sekolah gratis, pelajaran kelas 6 SD dapat ditanggap oleh Virgo. Virgo selalu mengikuti pelajaran dengan baik. Virgo dinyatakan sebagai anak yang rajin, pintar dan cerdas oleh para guru. Salah seorang Kepala sekolah yang melihat kemampuan Virgo pun langsung menawarkan Virgo untuk bersekolah di kota dengan beasiswa tahun depan.
Setahun kemudian, sesuai dengan janji kepala sekolah tersebut, Virgo masuk disalah satu Sekolah Menengah Pertama Negeri di Jakarta. Virgo melewati beberapa tes dan ‘lulus’. Setelah kembali pulang dari kota, dengan bangga Virgo berlari sekencang-kencangnya untuk menemui dan memberi kabar gembira ini pada Kakeknya. Dari kejauhan, terlihat warga yang berjalan menuju rumah Virgo dan Kakeknya. Virgo pun berhenti berlari dan memutuskan untuk berjalan. Virgo berjalan seperti kebingungan dan ragu. Ingin bertanya, tapi ia takut dan terus melanjutkan langkahnya. Tiba-tiba 10 meter dari rumahnya, tampak bendera kuning mengibar. Tubuh Virgo lemas tak berdaya, ia pun menangis dan berteriak menuju rumahnya.
Ia pun melihat sesosok jenazah terbaring dengan ditutupi kain. Ia terus menerus menangis. Tak sanggup berjalan. Ia memegangi kusen pintu rumah. Dan salah seorang ibu memeluk Virgo dengan berlinangan air mata.
“Sabar ya, Nak. Semua sudah di atur oleh yang kuasa.” Kata si ibu sambil terus memeluk Virgo. “Ibu. Apa itu Kakekku?” kata Virgo yang lemas dan suara terisak-isak. “Iya, nak. Benar. Itu Kakek kamu.”
Virgo langsung melepas tangan ibu itu dan berlari ke samping jenazah Kakeknya. “Kakeeekkkk!!!! Kenapa Kakek pergi! Kenapa Kakek ninggalin Virgo sendiri, Kek! Kenapa, Kek! Apa Kakek gak sayang sama Virgo lagi? Apa Virgo yang bikin Kakek pergi! Virgo lulus, Kek! Virgo lulus disekolah Virgo yang baru. Kenapa Kakek pergi disaat Virgo mau bahagiain Kakek?” ungkap Virgo terisak-isak, ia terus menerus berteriak, memeluk Kakeknya dengan berlinangan air mata. Ia sangat terpukul sekali. Kakek dan keluarga satu-satunya itu telah pergi selama-lamanya dan meninggalkannya sendiri.
“Kakekk. Sama siapa lagi Virgo bakal tinggal disini, Kek? Virgo sendiri, Kek. Siapa yang akan ngajarin Virgo lagi, Kek. Siapa yang bakal semangatin Virgo disaat Virgo lemah, Kek. Siapa yang buatin sup kesukaan Virgo lagi, Kek. Siapa? Ya, Allah. Kakekku! Kakek aku sudah tidak ada ya Allah. Siapa yang akan menemaniku.”
Semua orang yang menyaksikan pun tak bisa menahan air mata. Sampai salah seorang Ibu yang dekat dengannya pun mencoba menenangkan Virgo. Memeluknya dan menyuruh Virgo untuk beristighfar. Sabar ya, Nak. Kakekmu akan tenang disana. Do’akan dia, Nak. Ibu yakin, dia bangga memiliki cucu sepertimu.
Virgo pun mengusap air matanya, mencium pipi sang Kakek dan ikut membacakan surat Yasin disamping jenazah Kakeknya.
Ketika menyalatkan jenazah, Virgolah yang menjadi imam. Ia telah mendapat bekal dari Kakek yang sangat ia cintai dan banggakan itu.
Akhirnya kini, Virgo diangkat menjadi anak oleh salah satu guru dari sekolahnya saat ini. Dan sampai kelulusannya dari SMP, ia tercatat sebagai siswa berprestasi.


Visitor